pena ungu

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ▼  2013 (5)
    • ▼  Januari (5)
      • Students Have Less Ability in Writing
      • Little story of a little girl
      • Virtual World Meeting
      • Jakarta, wait for me (2)
      • Jakarta, wait for me (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  Agustus (6)
  • ►  2011 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (3)

About Me

Foto Saya
pena ungu
Sedang dan masih belajar untuk menulis karena menulis adalah pelajaran seumur hidup. Salam pena ungu :)
Lihat profil lengkapku

About this blog

Facebook Fan Page

Blog Archive

  • ▼  2013 (5)
    • ▼  Januari (5)
      • Students Have Less Ability in Writing
      • Little story of a little girl
      • Virtual World Meeting
      • Jakarta, wait for me (2)
      • Jakarta, wait for me (1)
  • ►  2012 (6)
    • ►  Agustus (6)
  • ►  2011 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ►  Juli (8)
    • ►  Mei (3)

About Me

Foto Saya
pena ungu
Sedang dan masih belajar untuk menulis karena menulis adalah pelajaran seumur hidup. Salam pena ungu :)
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Senin, 07 Januari 2013

Jakarta, wait for me (1)


As usual, holiday's coming and I must prepare for going to my parent's home (yaaa I am the girl who lived far away from her family) :p Okaaaay Jakarta wait for me!

Jan, 3rd 2013
The last day, I stayed in Makassar for this semester. Yaaa, 5th semester was eeeeend. Prepare for the next semester and let's refresh the mind! Tomorrow I' would go to Jakarta to do my habitual holiday (every holiday I always do it) with flight on Friday at 2.50 a.m (okay I'll stay up tonight cause that flight time).
In the afternoon, I went to campus to do unfinished things all at once as like do something with my file archives, make a kind of decision letter and do farewell for fulfill this holiday to my friends (yaaa we would not meet about a month later, as usuaaaal they commended for "buah tangan" too -.-). Today, it would be my last broadcast too (I'm gonna miss you Akademia Makassar (sweet call for RK EBS FM Unhas listener ;)) See yaaa about next month!
Umm today, rain's still falling in Makassar. That afraid feeling occured, I would flight this midnight and bad weather's coming to Makassar (May this midnight our flight goes currently Amen).
I felt such a repetition today. Every the end of semester I would leave for a while someone special hehe that guy who have felt the same feeling habitually. This is our last day (not the least please) and in this rainy day which water has overflow everywhere he still comin to accompany me :) accompanied me to do my list to do to prepare all of the things before I go.
Laughing in longing spread tonight fulfill us. He tried to make this night lovable so I'll go without any doubt hesitation about him especially. Yet I still gave some burden trouble to him. With gracefully he still did everything to help me. Ah nanny, although I tried to make you away from some burden but still I make it for you -.-
Okay, umm I'm enough hate for this environment. Sadness and silence. A while after I decided him to go home and did not wait for me bcause it'll be too midnight and I'm afraid of raining will touch to meet him (that moment when rain stop for a while). Yaaa although this time was the first time for him not to accompany me to airport (this the fourth time in our relation I leave him again :p).
As always, we seems like people who kind of never meet again aaaah distance will make this love stronger :)
Tears comes to the tip of my eyes. Technology will make this distance not really appear to feel for about a month :)
So far the rain still take its rest. My mother is the type of "be faster be better" person so we've prepared as soon as could as possible because mom afraid of missing the plane (it's okay mom).
At 11.30 p.m we've ready to go. I watched around my room (Ah you must be okay, room as long as I leave you alone here). I left you, room in clean and tidy situation. I hope there's nothing will be make you messed up especially the annoying creature in the world called cockroach. Okay, taxi's coming. I left you now, room.
And we had arrived in airport almost at 12 a.m
Diposting oleh pena ungu di 05.10 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 28 Agustus 2012

Kertas Kado


19.05

            Aku duduk di depan sebuah layar yang menampakkan layar putih kosong berharap akan diisi dan menghasilkan sebuah tulisan yang akan membuat dirimu bahagia di hari istimewamu.
Hari istimewa? Kau pasti mengerti apa maksudku, bukan...
Mungkin bagimu itu bukanlah sesuatu yang istimewa dalam hidupmu karena kau memang tidak pernah mengistimewakannya. Jadi, biarkan diriku saja yang membuatnya istimewa untukmu sehingga kau juga akan merasakan keistimewaannya. Deal? Deal!
Istimewa walaupun sebenarnya kau hanya mendapati pengulangan tanggal di bulan yang sama tapi tetap biarkan itu jadi istimewa!

           Pertama-tama, Selamat untuk ke-22 kalinya kau menemui pengulangan ini!
Tapi seharusnya bukan ucapan selamat yaa karena kata orang seharusnya kau sedih setiap menemui tanggal dan bulan yang sama setiap tahunnya karena itu sebagai penanda waktumu yang tersisa.
But it's okay then! Jadikan sebagai reminder dari hal-hal apa saja yang sudah dan belum dilakukan selama bertahun-tahun ini. Pengulangan itu memang istimewa, kan? Pas sebagai reminder ampuh nan tidak biasa. Berbunyi di waktu yang telah ditentukan dan tidak akan berbunyi sebelum waktunya. Banyak orang yang mendengar bunyinya dan menyampaikan doanya untukmu. Disinilah letak kata-kata 'selamat' itu seharusnya tersemat. Selamat untuk ke-22 kalinya kau didoakan oleh orang-orang di sekelilingmu!
Pastinya banyak doa yang mengelilingimu. Yakin saja! Semua doa baik yang dipanjatkan ke atas untuk dapat ditangkap oleh-Nya. Kemudian Dia akan memeluk doa-doa itu dan melepasnya kembali kepadamu di saat di waktu yang sangat tepat! Istimewa, bukan? Berbahagialah!

         Kedua, ada yang ingin kusampaikan. Asal kau tahu, semua kata-kata berkecamuk di dalam dada meminta untuk disampaikan kepada dirimu tetapi semuanya berebut dan akhirnya berbenturan satu sama lain. Jadilah kata-kata rancu yang keluar dari konteks seharusnya. Konteks yang seharusnya aku sampaikan apa dan ternyata malah yang tersampaikan apa. Sudah merasa rancu, bukan? Ehem... Dehaman ini bukan sekedar dehaman. Itu penanda kesalahtingkahanku di depan layar ini. Rasa dingin pun sudah mulai naik ke permukaan kaki.........................................................................................................................

Baiklah, penyampaian itu berupa sebuah rasa kebahagiaan yang sekarang tengah kurasakan karena masih dapat bersama denganmu di pengulangan ini. Maaf karena tidak dapat menemani secara fisik ada di sampingmu seperti yang dirimu lakukan. Tidak adil memang dan pasti sekarang masih ada tersisa harapan untuk diriku hadir, bukan? Aku jawab, biarkan waktu yang menjawab. Bukan ini bukan suatu bentuk ketakutan melainkan sebuah harapan tinggi dalam hati. Dan tetaplah dengan posisi "tangan di atas" seperti kata peribahasa tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Tetaplah selalu memberi jangan berharap untuk terus diberi. Memberilah walau sepahit-pahitnya kau tahu kau tidak akan diberi!













Terakhir, aku menulis ini dengan sejuta kata yang berkecamuk didorong sejuta rindu yang mengamuk.....






       
       



Diposting oleh pena ungu di 05.24 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 14 Agustus 2012
Sebuah lelucon yang tidak menarik. Tidak membuat lucu. Hanya dapat menyunggikan senyuman setengah di wajah. Maaf leluconmu belum berhasil membuat diri ini senang melainkan hanya membuat sindiran dari balik hati. Tidak perlu dan tidak butuh. Sedang tidak menerima lelucon gagal hari ini. Terimakasih.                                                               
Diposting oleh pena ungu di 00.33 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Senin, 13 Agustus 2012

Pemenang malam ini...

Tik tok....
ZzzZiiingg.......

Suara jam dinding dan mesin komputer menang kali ini
Selamat! Anda pemenang malam ini. Di tempat ini. Dan hadiahnya akan kupersembahkan.
Terimalah! Hadiah sebuah kebisuan agar kau tetap merasa dirimu berguna sebagai pemecah batu kebisuan dan kesunyian malam ini.
Ah, sayang (nya) bibir tetap mengatup, tidak sudi menjadi lawan bagimu, seketika seperti diberi perekat.
Harap hanya malam ini, di tempat ini.
Tidak ada yang perlu dikalahkan dan tidak ada yang perlu diucap .
Biarlah detikmu yang menang di kesempatan kali ini.
Aku rela hanya pada malam ini. Di tempat ini.

Tik tok....
ZzzZiiiiing........
Diposting oleh pena ungu di 00.26 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
I seek you
I search you
I call you
I see you
I stalks you
I watch you
I need you
I'll wait for you
I'm care about you
I love you.........

In every way

-Him
Diposting oleh pena ungu di 00.04 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Sabtu, 11 Agustus 2012

Bendera putih

Satu hal yang dari waktu kemarin kemarin dan kemarinnya lagi yang ku idam-idamkan, yang ku elu-elukan hingga terbawa mimpi yang tertinggi demi kedua orang yang memelihara, mengawasi dan akan mengabulkan segalanya bila itu masuk dalam daftar prioritas keinginanku. Kutempuh dengan segala cara yang memungkinkan diri ini untuk memasukinya sampai di saat harus terpecah belah karena cara terakhir pun tak sampai diri menjangkaunya. Hal yang terlalu tinggi dengan diri ini yang terlalu kecil membuat itu terlalu di luar jangkauan
---------------------------------------------
Diposting oleh pena ungu di 10.22 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Pangeran "PEL"

"Lantainya bersih" komentarku dalam hati
Pasti terbebas pula dari debu-debu nakal
Lihat ke bawah! Aku seperti terefleksi
Lantainya terlihat berkilau bak cahaya dari sebuah permata
Cahaya yang dipantulkan sendiri dari seseorang yang mengusahakan keberadaannya
Dan dari sini aku duduk, mengamati dan melihat gerak geriknya
Dia tersenyum memandang lantai dan memegang erat sebuah alat pel
Senyumannya terpantul manis dan indah di lantai ruangan ini
Bercahaya............


Sudah kubilang, tidak ada pekerjaan yang sia-sia di atas pijakan ini
Tidak ada pekerjaan yang tidak membawa manfaat
Tidak ada pekerjaan yang menurunkan derajatmu sebagai sese-orang
Yaa.. bagaimana kau melihat atau sekedar memandangnya?




Diposting oleh pena ungu di 10.12 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)
@ 2011 pena ungu; Theme design : Ray Creations