pena ungu

Pages

  • Beranda

Blog Archive

  • ►  2013 (5)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2012 (6)
    • ►  Agustus (6)
  • ▼  2011 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ▼  Juli (8)
      • sebuah 'ketagihan'
      • Fratellino
      • P E N I N G
      • Entahlah
      • karena ku tahu engkau begitu :)
      • puisi dari dia yang pernah di hati :')
      • Es ~2
      • serpihan cerita pengulangan tanggal
    • ►  Mei (3)

About Me

Foto Saya
pena ungu
Sedang dan masih belajar untuk menulis karena menulis adalah pelajaran seumur hidup. Salam pena ungu :)
Lihat profil lengkapku

About this blog

Facebook Fan Page

Blog Archive

  • ►  2013 (5)
    • ►  Januari (5)
  • ►  2012 (6)
    • ►  Agustus (6)
  • ▼  2011 (19)
    • ►  Desember (3)
    • ►  September (4)
    • ►  Agustus (1)
    • ▼  Juli (8)
      • sebuah 'ketagihan'
      • Fratellino
      • P E N I N G
      • Entahlah
      • karena ku tahu engkau begitu :)
      • puisi dari dia yang pernah di hati :')
      • Es ~2
      • serpihan cerita pengulangan tanggal
    • ►  Mei (3)

About Me

Foto Saya
pena ungu
Sedang dan masih belajar untuk menulis karena menulis adalah pelajaran seumur hidup. Salam pena ungu :)
Lihat profil lengkapku
Diberdayakan oleh Blogger.

Followers

Jumat, 29 Juli 2011

sebuah 'ketagihan'

Pertama
Memasuki dimensi pengenalan
Awalnya, aku tidak terlalu mengenalmu ya hanya sekedar mengenal label yang tertera pada kemasanmu
Kemasanmu tidak menarik perhatianku karena hampir sama dengan yang lain
Lagipula aku sudah mempunyai favoritku waktu aku sering lewat di hadapanmu
Jadilah kau kuabaikan
Seiring dengan waktu, aku sering menjumpaimu karena tuntutan kebutuhan
Kau berdiri di tempatmu, memandangiku dengan terdiam ya terdiam membeku memandangiku
Aku hanya bolak-balik di depanmu, mengambil salah satu favoritku
Kau mulai membuatku penasaran akan 'rasa'mu
Aku pun mengambilmu, memberimu kesempatan untuk memamerka 'rasa' yang kau miliki
Ternyata dengan segenap usahamu, kau berusaha membuat mulutku nyaman ketika menguyah pada gigitan pertama
Kau berusaha membuatku keranjingan akan 'rasa' yang kau punya
Kau meleleh seketika saat aku mulai melumatmu, meletakkanmu ditengah-tengah lidah dan dinding-dinding mulutku, kau menyebar disekitar gigiku, dan aku terus mencoba untuk menikmatimu
Ah kau memiliki 'rasa' yang tidak berbeda dari yang lain, tidak spesial menurutku
Mencoba menghabiskanmu sepotong
Pada gigitan kedua, kau mencoba menarik perhatianku lagi, mencoba agar mulut ini peka terhadap 'rasa'mu
Menggigit, melumat, mengecap
Tanpa sadar aku mulai ketagihan dengan 'rasa' yang kau tawarkan pada beberapa gigitan selanjutnya
'rasa'mu makin lama makin terasa lembut dan renyah dimulutku
Terasa mengenakkan, seketika membuat mood terasa lebih baik
Kau memberikan rasa manis yang makin membuat mulutku terus mengeluarkan air liurnya saat melihatmu
Kau amat menggiurkan, mulai memabukkan dan menggoda indera pengecapku
Semua itu kau tawarkan di balik kemasanmu yang tidak terlalu menonjol

Kedua
Memasuki dimensi kemunduran
Hari-hari berlalu
Hari itu, dimana hati ini perlu sesuatu yang dapat merapikan moodku yang berantakan
Aku sudah tau kemana hati ini menuntunku, aku ambil favoritku
Tersontak kaget saat melihat favoritku itu ternyata telah meleleh
Oh tidak.. aku lupa menaruhnya di pendingin
Lelehannya menempel pada kemasan sehingga sulit untuk dibuka dan menikmati 'rasa'nya yang utuh
Lelehannya mengotori tanganku, sempat kujilat, namun rasanya berubah menjadi aneh bukan rasa yang selama ini cocok dengan indera pengecapku
Hati ini makin tidak karuan karena DIA tidak bisa lagi menenangkan hatiku, rasanya telah berubah karena pancaran matahari yang menyelimutinya
Mungkin.. zat theobromine dan zat-zat lainnya telah hilang ikut meleleh bersama hatiku karena rasa kecewa
Zat tersebut tidak lagi terkandung dalam favoritku itu sehingga 'rasa'nya berbeda, tidak bisa menenangkan hati, tidak memberikan rasa nyaman, tidak membuat jantungku berdetak sesuai irama, tidak membuat jaringan otot ini bersemangat

Ketiga
Memasuki dimensi subtitusi
Masih ku ingat ternyata masih ada satu yang kusimpan di lemari pendingin, tersembunyi dari adik kakaku, dari orang-orang agar mereka tak dapat merebutmu atau sekedar menuduh macam-macam
Kau dingin, kesejukanmu menelusuri buku-buku tanganku
Apa bisa kau rapikan semua? tanya dalam hati
Tidak akan pernah kutahu jawabannya jika aku tak mencoba
Kubuka..
Kugigit.. renyah
Kulumat.. sensasimu langsung menyebar di sekitar indera pengecap dan pengunyahku
Kuemut.. Rasa manis tertinggal dan memberikan tanda tersendiri, tanda kepemilikan, sepertinya begitu
Kau kembali mengaktifkan reaksi kimia di otakku, merangsang serotonin aktif dan seketika perasaan nyaman menggelayuti tubuh ini, mulai merapikan ruangan yg disebut hati


Sejak saat itu..
Rasamu yang kucari-cari
Rasa yang sama
Rasa yang pas
Tidak terlalu manis ataupun pahit
Tidak kelebihan gula
Tidak merubah bentuk karena kandungan lemaknya

Rasamu berhasil menciptakan dopamine dalam tubuh ini

Jangan ubah komposisi yang terkandung.. Jangan ubah rasamu
Diposting oleh pena ungu di 20.45 2 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Senin, 25 Juli 2011

Fratellino

5 tahun berlalu ketika dia datang kerumah kami mengisinya dengan tangisan, tawa, dan bau khas yang dia timbulkan dari dirinya
5 tahun berlalu ketika dia masih duduk di pangkuan kami dan mengisap jari-jarinya yang mungil

5 tahun berlalu ketika dia baru belajar merangkak tetapi tidak bisa karena beban di kepalanya
5 tahun berlalu ketika dia belajar untuk dapat menggapai mama yang berdiri di hadapannya

5 tahun berlalu ketika dia belum tau apa-apa, belum mengenal beberapa huruf yang berjejer di buku yang dipegangnya, belum tau cara menggunakan pensil yang ada ditangannya dan belum tau berapa jumlah jari yang dia punya

5 tahun berlalu ketika dia hanya bisa memanggil kedua orangtuaku dengan "pa..ma" memanggilku dengan "ngong"

5 tahun berlalu ketika dia tidak bersosialisasi dan hanya bisa berlari lari di dalam rumah karena kami terlalu takut akan terjadi sesuatu dengan dirinya diluar sana bila dia berada di luar pengawasan kami

Tanggal 11 Juli 2011 
Dia kami lepas agar dapat menemukan dunia baru dalam hidupnya.
Kami lepas dia agar tidak ada lagi ketakutan dalam dirinya untuk bergabung dan bertemu beraneka ragam manusia yang ada di dunia luar rumah.
Berkenalan dengan kawan yang akan menghiasi hari-hari dan mendampinginya dirinya dalam bertumbuh dewasa di beberapa tahun ke depan.

Hari itu, kami melihat dia dengan bangga memakai baju seragam sekolah kanak-kanak
Ah dia terlihat gagah dan lucu dengan seragamnya yang sedikit lebih besar, celana yang melorot, topi yang tidak berhasil menutupi seluruh kepalanya karena bagian dahi tidak selaras dengan ukuran topinya.

Dia akan belajar bagaimana rasanya memulai perkenalan, bersosialisasi, menjalin sebuah ikatan hubungan, memecahkan masalah yang akan timbul seiring perjalanan hidupnya, belajar segala sesuatu yang tidak ia ketahui, belajar dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak biasa menjadi biasa.
Dan potensinya akan terlihat seiring jalannya waktu....

Tanggal 23 Juli 2011
Tahun ini dia berumur 5 tahun itu berarti dia telah mengulangi tanggal itu sebanyak 5 kali dalam hidupnya.

Kami bangga melihatnya telah beranjak besar dari yang dahulu seorang bayi kecil menjadi sosok balita sehat dan sekarang menjadi anak-anak.

Darinya, kami belajar untuk selalu bersikap jujur karena otaknya selalu dipenuhi oleh sejuta pertanyaan yang menuntut kami meninggalkan jauh sifat munafik.
Darinya, kami belajar suatu keceriaan yang alami yang terpancar dari raut putih wajahnya, menyadarkan betapa banyaknya kepura-puraan yang selama ini kami tunjukkan kepadanya.
Menyadarkan betapa masih murni dan tanpa dosanya setiap hal yang dia lakukan.
Belum ada kepura-puraan.. Belum ada kebohongan.. Belum ada udang di balik batu

Dia tidak sendiri.. Dia tidak hanya memiliki kami.. Dia akan memiliki teman dan sahabat di luar sana
Dan kami mungkin akan merasa tersaingi saat mengetahui suatu saat dia akan lebih sering menghabiskan waktu di luar bersama teman sebayanya atau mungkin pacarnya dibandingkan dengan kami.

Hanya sedikit harapan kami kepadanya...
Semoga dia tumbuh menadi seseorang yang dapat membanggakan kami, mewujudkan impian dengan caranya tersendiri disertai dengan bimbingan-Nya, dan mewujudkan harapan KAMI orang-orang yang mencintainya sekaligus selalu ada menemaninya.

Dia adalah anak kami, adik kecil kami
Muhammad Daffa AlGhiffary


"semoga kelak dia akan menjadi seorang pejabat" harap mama
          
Diposting oleh pena ungu di 08.35 2 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Kamis, 14 Juli 2011

P E N I N G

Pening
Ku harap kau disini
Pening
Namun kau tak kunjung berlari
Pening
Akhirnya aku hanya menangisi
Pening
Menangisi kemauan hati yang tak kunjung terisi
Pening
Tangis mengalir lagi
Pening
Aku coba berhenti
Pening
Tapi makin tak terkendali
Pening
Lantas ku coba berlari
Pening
Bayangmu mengikuti
Pening
Terus menghampiri
Pening
Menghantuiku yang tengah sendiri
Pening
Kau teruskan dengan tawai hati ini
Pening
Dirimu semakin menjadi-jadi
Pening
Menembus luka yang tergores sakit hati
Diposting oleh pena ungu di 08.21 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 12 Juli 2011

Entahlah

Tiada ucapan malam ini
Maaf
Tapi kuharap kau mengerti
Mengerti?
Mengerti bahwa aku membutuhkanmu
Membutuhkanku?
Membutuhkanmu untuk menemaniku malam ini
Menemanimu?
Menemaniku menyusuri malam hingga mata ini mau beristirahat sejenak
Kumohon mengertilah sedikit
Rindu ini terlalu besar dan tak terbayarkan dengan hanya sebuah ucapan pendek
Ucapan pendek pada dunia elektronik ataupun dunia maya
Tanpa suara kau berucap
Tanpa wajah kau berekspresi
Maaf
Semoga akhirnya kau mengerti
Mengerti lagi?
Mengerti bahwa aku menginginkan lebih
Maaf
Maaf?
Bila aku tak mengerti akan dirimu yang memang begitu
Maaf
Lagi?
Bila diri, hati, dan jiwa ini terlalu manja
Manja akan banyak hal
Hal yang sebenarnya bukan terpancar dari dirimu

Maaf
Diposting oleh pena ungu di 06.55 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Selasa, 05 Juli 2011

karena ku tahu engkau begitu :)

Satu buah judul lagu yang menyentuh hati. Terakhir kali kudengar beberapa tahun silam saat lagu itu masih tersimpan di dalam handphone milik kakakku. Tidak kusangka aku akan mendengarnya lagi beberapa tahun kemudian tepatnya tahun ini. Tetapi, aku tidak mendengarnya melalui MP3 dimana penyanyi aslinya yang menyanyikan lagu ini atau melalui sebuah lagu yang diputar di komputer maupun melalui video di YouTube. Aku kembali mendengarnya melalui suara yang berbeda. Suara yang tentu saja bukan suara penyanyi aslinya yaitu Andre Hehanusa.
Aku mendengar lagu itu kembali dinyanyikan oleh seseorang menggunakan gitar dan duduk di depan komputer. Ya dia merekamnya untukku. Kaget, senang, salah tingkah campur jadi satu saat melihat pemutarannya.
"pasti dia dengan susah payah mengulangnya sampai terlihat sempurna dan bagus" ucap salah satu sahabat jikalau aku tidak salah ingat.
Terimakasih. Lagi-lagi hanya itu yang dapat kulontarkan sebagai wujud pengapresianku atas usahamu.
Dan sekarang ku tahu karena ku tahu engkau begitu. Salam Manis dalam lawan kata :)

ini dia liriknya
Karena Kutahu Engkau Begitu by Andre Hehanusa


Kuyakin dalam hatiku
Kau satu yang ku perlu
Kurasa hanya dirimu
Yang membuatku rindu

Reff 1:
Bila saat nanti kau milikku
Kuyakin cintamu
Takkan terbagi, takkan berpaling
Karena kutahu engkau begitu
Karena kutahu engaku begitu

Hingga ku pasti menunggu
Selama apapun itu
Demi cinta yang kurasakan
Yang hanyalah kepadamu

Reff 2:
Percayalah kusungguh-sungguh
Mengatakan semua
Yakinkan hatimu kau milikku
Karena kutahu engkau begitu
Karena kutahu engkau begitu

Repeat Reff 1
Repeat Reff 2








Diposting oleh pena ungu di 11.05 2 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

puisi dari dia yang pernah di hati :')

Langkah Sembilan Belas : Catatan Untukmu


tertinggal jauhlah sudah langkahku
terhapus semua yang pernah membekas
oleh angin, oleh hujan
oleh warna dan oleh cerita

langkahku bangun dengan air mata
bukan bahagia apalagi karena luka
aku tak menamainya, aku tak suka!!
tak cukup aku merasa yang tak biasa
tak cukup aku melayang dalam impian
aku ingin lebih. . .
lebih dari semua . . .
semua yang pernah ada

air mataku menetes di detik akhir
bukan karena menyesal atau merenung
bukan cengeng karena dipukul
aku tak mengadu
aku bukan pecundang
yang dibenci setiap zaman, atau mungkin orang-orang
kau tau?
ya, ini karena. . .
aku

aku menemukanmu . . .
dengan senyuman sejuta kenangan
dalam lingkup yang tak terbataskan
dalam kematian yang kau hidupkan
dan dalam . . .

CATATAN HITAM
dari sini aku mengawali perjalanan sang pencari hidup,
sampai kapanpun, sampai kau bunuhpun
kau tetap...
?||%=232 x: :3?2+
(purnama ke empat)


Diposting oleh pena ungu di 06.54 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook

Es ~2

Selama beberapa menit badanku telungkup di atas tanah, entah harus melakukan apa
Lelah, tubuh ini serasa mati
Otak menghentikan kerja impuls sehingga aku tidak bisa merasakan apa-apa lagi
Kerongkongan ini melemahkanku, mengalahkanku, membunuhku
Kau curang, kerongkongan !
Mengapa kau tak bisa menerima air liurku? setidaknya itu masih membuatmu basah !
Mengapa kau tak bisa menungguku untuk menyelesaikan perjalanan ini? setelah itu aku akan memberikanmu minuman dingin bertaraf kerajaan semau yang kau suka, sampai kau puas, sampai kau tak berdaya dan tak mampu lagi untuk meminumnya !
Tolong, kerongkongan mengertilah sedikit terhadap keadaanku !
Jangan seenaknya kau paksa diriku untuk menuruti semua keinginanmu !
Rontaku terus dalam hati tanpa mengeluarkan sedikitpun kata dari mulut manisku
Ah percuma, percuma aku mencoba menghitung jumlah butir tanah, percuma aku memarahi benda abstrak itu!
Toh dia tidak akan menggubris keinginan hati ini
Aku menyerah pada keadaan, menyerah karena kemenangan tidak jatuh kepadaku
Aku pun menunggu lagi
Menunggu beberapa menit yang sungguh tidak berguna
Menunggu dalam kediaman diri yang tidak berdaya
Menunggu
Ah aku tidak tahan
Akhirnya aku mencoba mengangkat kepalaku yang seperti besi ini
Kutengok jauh ke depan
Bagaikan sebuah fatamorgana di padang pasir
Fatamorgana seperti yang pernah muncul dalam kisah arabian night di film kartun doraemon
Terlihat balok es berdiri megah tepat di hadapanku, di bawah naungan pohon yang teduh
Balok es yang keliatan, oh mungkin sebenarnya dapat menyejukkan kerongkonganku yang penuh keluhan ini
Balok es yang dialiri titik es yang jatuh perlahan-lahan ke tanah itu membuat kerongkongan ini kian meronta dan menarik diriku agar mendekati sang pujaan hatinya itu
Tetapi, otakku berusaha berkelit dari kenyataan yang ada di depan mata itu
"Ah mungkin aku hanya berfantasi atau mungkin mataku sedang mengalami gangguan karena kerja otakku yang sedang tidak beres"
Mataku mulai mengerjap ngerjap untuk memastikan kilauan yang sekarang ada di hadapanku
Tetapi, sekali lagi otak ini berusaha berkelit dari bantuan yang diturunkan Tuhan kepadanya
Diposting oleh pena ungu di 06.27 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Minggu, 03 Juli 2011

serpihan cerita pengulangan tanggal

Yaa setahun lagi berlalu, tidak kerasa sekarang udah umur 19 tahun. Berlalu. Rasanya banyak hari-hari seperti kulit pisang yang dibuang buang karena udah gak ada gunanya. Tetapi dalam rentang waktu setahun itu, bukan berarti hanya diisi dengan hal-hal yang monoton. Justru warna-warna pelangi atau terkadang mendungnya langit mengambil bagian dari sisa perjalanan hidupku yang makin menipis ini. Yaa mungkin dihiasi hampir sama dengan obyek yang kalian rasakan juga dalam kehidupan tetapi dengan rasa, aroma, bentuk yang berbeda-beda. Setahun nano nano, aku merasakan rasanya memasuki dunia baru yang di dalamnya dianjurkan aku untuk berdiri sendiri atau bisa disebut segalanya terserah padaku dan pilihan selalu jatuh di dalam tanganku. Dari Dunia Perkuliahan, Dunia Percintakasihan, Dunia Persahabatan, Dunia Pengjunioran, Dunia Persahabatanmenjadicintaan, Dunia Pemandirian, Dunia Pengontrakan sampai Dunia Penumpangan pun melebur jadi satu. Nano nano. Mau sekali aku ceritakan satu persatu tentang semua dunia diatas, tunggulah dan kau pun akan masuk serta turut ambil peran di dalam dunia-duniaku itu :)

19 tahun? Sudah besar sekali ternyata diriku yaa. Besar? Yaa dalam artian umur. Banyak teman, sahabat bahkan sampai orang tua berpesan agar diriku mulai mendewasakan sikap dan pikiran. Sebenarnya aku sendiri pun masih belum terlalu paham arti "dewasa" itu sendiri. Tidak tau apakah terlalu dangkal atau tumpulnya otakku sampai tidak mampu untuk mendefinisikan 3 suku kata itu. Oke, mungkin kalau mendewasakan sikap masih dapat dicerna dengan otakku. Sikapku yang masih belum tahu apa-apa, belum bisa melakukan apa-apa, dan masih butuh pendamping atau pembimbing dalam melakukan apa-apa inilah yang 'mereka' bilang diriku belum dewasa. Masih kekanak-kanakan lebih tepatnya.Yaa sepenuhnya kusadari sikap-sikapku itu dan di umur 19 tahun ini aku telah punya niat untu dapat memperbaiki dan menambah skill 'keperempuanan'ku. Semoga niat yang baik bisa berjalan dengan baik pula. Amiin.Ups untuk yang satu lagi yaitu pendewasaan pikiran. Ampuni otakku yang masih belum bisa mencernanya. Semoga anda termasuk salah satu orang baik hati dan bijak yang mau menjelaskan atau mungkin membimbing saya melakukan sebuah revolusi pikiran. Harapku. Amiin.

Tepat jam 12 malam tanggal 2 Juli 2011...
Malam itu beberapa temanku, shyma, amma, cicoy, bang ian, andre, dan jale menetap di bawah naungan pondokan yang sama denganku. Ya pondokan milik amma. Pondokan yang didalamnya aku memasuki Dunia Penumpangan. Mereka satu persatu menyalamiku mengucapkan 'selamat ulang tahun' kecuali jale, amma dan cicoy pada waktu itu. Aah yaa umurku telah bertambah. Amma memintaku untuk tidur cepat karena besok paginya aku harus bersiap-siap untuk angkat kaki dari pondokannya. Bukan, bukan diusir. Tetapi aku harus pergi, pergi untuk menemui keluarga yang telah menunggu dengan setia dan sabarnya di kota abang none. Baiklah, permintaannya kuterima dengan tidur di sampingnya dan sambil dia me-ninabobo-kanku. Terlelap.

Shubuh jam 5 pagi...
Bangun atas bantuan dari saudari amma dan shyma. Mandi. Sholat. Siap-siap. Tok tok tok.... Ketukan pintu tepat menggema di belakangku. "tolong bukakan dulu yang" ucap shyma. Dan SURPRISE !!!
Terlihat dua orang lelaki yang wajahnya tidak asing lagi di mataku. Caca, si pembawa kue dan Jale, si penemani yang bawa kue. Keduanya tersenyum lebar di hadapanku sambil menyanyikan lagu kebangsaan orang-orang yang berulang tahun. Terharu, kaget, salah tingkah, bahagia. Malam harinya kupikir tidak akan ada hal seperti itu terjadi. Tidak ada kejutan. Tidak ada surprise. Karena semuanya berlangsung dengan biasa saja tanpa ada sesuatu yang ganjil. Ternyata instingku tidak bekerja dengan baik pada waktu itu. 
Kuenya cantik, kue tart yang lumayan besar, full cokelat dengan ceri dan lilin berbentuk angka 19 yang menghiasinya menambah keterharuan dalam diriku. Oh, tidak sampai disitu. Shyma melemparkan kadonya yang entah berwarna apa bungkus kadonya itu kepadaku. Dan... sebuah boneka beruang ungu menambah rasa bahagiaku pada hari itu. Dia memang tahu apa kesukaanku. Kemudian, giliran caca yang memberikanku tas laptop yang menggembung. Menggembung? Usut punya usut ternyata tas itu berisi Sweater ungu. Entah mau mengatakan apa karena hari itu mataku dipenuhi dengan nuansa dan sensasi ungu.

Aaaah tidak mampu mulut ini mengeluarkan kata-kata lagi hanya dapat tersenyum dan tertawa melihat semuanya. Bahagia, satu kata yang mampu mendeskripsikan apa yang kurasakan pada hari ulang tahunku itu. Ulang tahun? Entah kenapa bisa disebut dengan ulang tahun padahal jika kupikir-pikir namanya lebih tepat adalah *ULANG TANGGAL* karena setiap terjadinya pengulangan tanggal itu setiap tahun pasti umurku bertamabah. Yaa entahlah mau namanya apa tetapi yang jelas, entah disadari atau apa, aku selalu menunggu pengulangan tanggal tersebut. Semua orang dari yang kenal sampai yang tdak kenal denganku pasti berbondong-bondong mengucapkan kata-kata keramat di tanggal itu. Menyampaikan segala doa mereka kepadaku. Aku senang mereka ingat tanggal itu. Walaupun ada penanda atau sekedar alarm di facebook atau handphone mereka yang menandakan pada tanggal itu ada seseorang yang bertambah tua.

TERIMAKASIH SEKALI BUAT SEMUA ORANG YANG TELAH MENGINGAT, MENGUCAPKAN, MENDOAKAN, MEMBERIKAN SEBAGIAN WAKTUNYA UNTUK MELAKUKAN SESUATU YANG DAPAT DIKENANG DALAM HIDUP





Diposting oleh pena ungu di 23.20 0 komentar
Kirimkan Ini lewat Email BlogThis! Bagikan ke X Berbagi ke Facebook
Postingan Lebih Baru Postingan Lama
Langganan: Postingan (Atom)
@ 2011 pena ungu; Theme design : Ray Creations